All Journal Vol.4 No.1(Ukuran A4)

Préparation du document



Dari Redaksi
Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas karunia dan lindunganNya
sehingga Jurnal CCIT untuk Volume 4 Nomor 1 Bulan September Tahun 2010 dapat
diterbitkan tepat waktu.
Penerbitan jurnal ini dimaksudkan sebagai media dokumentasi dan informasi
ilmiah yang sekiranya dapat membantu para dosen, staf dan mahasiswa dalam
menginformasikan/mempublikasikan hasil penelitian, opini, tulisan dan kajian ilmiah
lainnya kepada berbagai komunitas ilmiah.
Penerbitan Jurnal Volume 4 Nomor 1 ini berisikan 7 artikel yang mencakup
bidang informatika dan komputer, walaupun tidak seluruhnya merupakan hasil
penelitian, diharapkan dapat bermanfaat bagi pembacanya.
Jurnal ini diterbitkan dengan memuat artikel mengenai: Sistem Informasi
Akuntansi Dalam Penyajian Audit Financial Report Dengan Menggunakan Computer
Assisted Audit Techniques (CAATs), Keamanan Batasan Data Menggunakan Metode
Write Validation Dalam Distributed Database System, Impelementasi Sistem Pemantauan
Objek Bergerak Dengan Memanfaatkan Frekuensi Radio Menggunakan Gps (Global
Positioning Sistem), It Governance: A Strategic Alignment For Information Technology/
Business, Robot IP Network (ROBIN) yang Dikendalikan Melalui Website, Diagnostic
System Of Dermatitis Based On Fuzzy Logic Using Matlab 7.0, Edge Detection Using
Cellular Neural Network And Template Optimization.
Tak lupa pula pada kesempatan ini kami mengundang pembaca untuk
mengirimkan naskah ringkasan penelitiannya ke redaksi kami. Akhirnya tak lupa kami
mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
penerbitan jurnal ini.
Tangerang, 1 September 2010
Henderi, M. Kom.
Sekretaris Redaksi
i
CCIT adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Raharja Enrichment Centre (REC)
Perguruan Tinggi Raharja, Tangerang
CCIT terbit tiga kali dalam satu tahun, setiap bulan Januari, Mei, September
Pelindung:
Drs. Po. Abas Sunarya, M.Si.
Ketua Dewan Editor:
Ir. Untung Rahardja, M.T.I.
Sekretaris Redaksi:
Henderi, M.Kom.
Mitra Bestari:
Prof. Drs. Suryo Guritno Mstats. Ph.D (Universitas Gajah Mada)
Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc., MBA (STIMIK PERBANAS)
Dr. Zainal A. Hasibuan (Universitas Indonesia)
Drs.Tri Kuntoro Priyambodo, M.Sc. (Universitas Gajah Mada)
Dr. Iping Supriyana (Institut Teknologi Bandung)
Jazi Eko Istiyanto, M.Sc., Ph.D (Universitas Gajah Mada)
Dewan Editor:
Prof. Dr. Susanto Rahardja
Dr. Ir. Sunar Abdul Wahid, MS.
Dr. Ir. Djoko Soetarno, DEA.
Ir. Abdul Hayat, M.T.I.
Augury El Rayeb, S.Kom.,M.MSI
Ignatius Agus Supriyono, S.Kom., M.M.
Maimunah, M. Kom.
Aris Martono, S.Kom.,M.SI.
Redaksi Pelaksana:
Padeli, M. Kom.
Sugeng Santoso, S. Kom.
Euis Siti Nuraisyah, S. Kom.
Asep Saefullah, S.Pd.
Drs. Sugeng Widada
Ir. Sudaryono, M.Pd.
M. Yusup, S.Kom.
Devi Rositawati
Redaksi menerima tulisan yang belum pernah diterbitkan dari kalangan akademisi,
peneliti dan praktisi. Blind review dilakukan untuk menentukan tulisan yang akan dimuat.
Pedoman penulisan tercantum pada bagian akhir jurnal ini. Tulisan yang diserahkan
harus disertai softcopynya.
Alamat Redaksi:
Raharja Enrichment Centre (REC)
Jl. Jenderal Sudirman Nomor 40 Cikokol - Tangerang
Email: untung@pribadiraharja.com, maimunah@pribadiraharja.com,
djokosutarno@pribadiraharja.com, ccitjurnal@pribadiraharja.com
ii
Daftar Isi
1
2
3
4
5
6
7
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DALAM PENYAJIAN AUDIT FINANCIAL
REPORT DENGAN MENGGUNAKAN COMPUTER ASSISTED AUDIT
TECHNIQUES (CAATs)...............................................................................................1 - 10
KEAMANAN BATASAN DATA MENGGUNAKAN METODE WRITE VALIDATION
DALAM DISTRIBUTED DATABASE SYSTEM.....................................................11 - 34
IMPELEMENTASI SISTEM PEMANTAUAN OBJEK BERGERAK DENGAN
MEMANFAATKAN FREKUENSI RADIO MENGGUNAKAN GPS (GLOBAL
POSITIONING SISTEM).......................................................................................................35 - 47
IT GOVERNANCE: A STRATEGIC ALIGNMENT FOR INFORMATION
TECHNOLOGY / BUSINESS...................................................................................48 - 57
ROBOT IP NETWORK (ROBIN) YANG DIKENDALIKAN MELALUI
WEBSITE...................................................................................................................58 - 73
DIAGNOSTIC SYSTEM OF DERMATITIS BASED ON FUZZY LOGIC USING
MATLAB 7.0 .............................................................................................................74 - 82
EDGE DETECTION USING CELLULAR NEURAL NETWORK AND TEMPLATE
OPTIMIZATION........................................................................................................83 - 90
Pedoman Penulisan.....................................................................................................91 - 92
Formulir Persetujuan Pembuatan Artikel Jurnal..............................................................93
Formulir Kriteria dan Bobot Penilaian Karya Tulis Ilmiah......................................94 - 95
Formulir Editor Bahasa Karya Tulis Ilmiah.....................................................................96
Formulir Editor Layout dan Artistik Karya Tulis Ilmiah.....................................................97
Formulir Penyelesaian Artikel. ...........................................................................................98
Formulir Kesediaan Mitra Bestari Jurnal Ilmiah.................................................................99
iii
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DALAM PENYAJIAN
AUDIT FINANCIAL REPORT DENGAN MENGGUNAKAN
COMPUTER ASSISTED AUDIT TECHNIQUES (CAATs)
Nur Azizah 1
Ferry Sudarto 2
e-mail : nurazizah@faculty.raharja.ac.id, ferry@faculty.raharja.ac.id
Diterima :17 Mei 2010/Disetujui : 8 Juni 2010
ISSN: 1978 - 8282
ABSTRACT
The use of computerized technology in the current era of rapid globalization in order to facilitate all
activities in all fields, especially in the financial audit report on the activities of the accounting information
system. Many problems were encountered with the auditors in conducting audits in the conventional methods
of electronic data processing environment. However, these constraints are often ignored and less likely to
get serious attention even by his own auditor. Inefficiencies that result is not realized. Therefore, constraints
that occurred can be solved with a variety of ways, including by using computer assisted audit technique
(CAATs) through a parallel approach to test data and test facility (PTF).
Keywords : Audit Financial Report, CATTs
ABSTRAKSI
Penggunaan teknologi komputerisasi di era globalisasi saat ini sangat pesat sehingga dapat memudahkan
semua kegiatan di segala bidang khususnya dalam kegiatan audit financial report pada sistem informasi
akuntansi. Banyak kendala yang dijumpai auditor dalam melakukan audit dengan metode konvensional
dalam lingkungan pemrosesan data elektronik. Namun seringkali kendala tersebut cenderung diabaikan
dan kurang mendapat perhatian serius bahkan oleh si auditor sendiri. Akibatnya terjadi inefisiensi yang
tidak disadari.
Oleh karena itu kendala yang terjadi dapat diselesaikan dengan berbagai cara, antara lain dengan
menggunakan computer assisted audit technique (CAATs) melalui pendekatan data uji dan parallel test
facility (PTF).
Kata Kunci : Audit Financial Report, CATTs
1. Dosen Jurusan Manajemen Informatika, STMIK Raharja
Jl. Jend. Sudirman No. 40 Cikokol - Tangerang Telp. 5529692
2. Dosen Jurusan Sistem Komputer, AMIK Raharja
Jl. Jend. Sudirman No. 40 Cikokol - Tangerang Telp. 5529692
Vol.4 No.1 - September 2010
1
ISSN: 1978 - 8282
PENDAHULUAN
Audit merupakan sebuah kegiatan yang melakukan pemeriksaan untuk menilai dan mengevaluasi
sebuah aktivitas atau objek seperti implementasi pengendalian internal pada sistem informasi
akuntansi yang pekerjaannya ditentukan oleh manajemen atau proses fungsi akuntansi yang
membutuhkan improvement. Proses Auditing menjadi sangat rapi di Amerika Serikat, khususnya
pada bidang professional accounting association. Akan tetapi, baik profesi audit internal maupun
eksternal harus secara terus menerus bekerja keras untuk meningkatkan dan memperluas teknik,
karena profesi tersebut akan menjadi tidak mampu untuk mengatasi perkembangan dalam teknologi
informasi dan adanya tuntutan yang semakin meningkat oleh para pemakai informasi akuntansi.
Meskipun berbagai macam tipe audit dilaksanakan, sebagian besar audit menekankan pada sistem
informasi akuntansi dalam suatu organisasi dan pencatatan keuangan dan pelaksanaan operasi
organisasi yang efektif dan efisien. Banyak kendala yang dijumpai auditor dalam melakukan audit
dengan metode konvensional dalam lingkungan pemrosesan data elektronik. Namun seringkali
kendala tersebut cenderung diabaikan dan kurang mendapat perhatian serius bahkan oleh si auditor
sendiri. Akibatnya terjadi inefisiensi yang tidak disadari.
Seringkali dalam lingkungan Pemrosesan Data Elektronik, volume dan kompleksitas data yang
harus diperiksa jauh lebih besar dibandingkan dengan kemampuan auditor, akhirnya jalan pintas
pun sering dilakukan, misalnya menggunakan sampling dilakukan secara acak tanpa memperhatikan
apakah sampling tersebut cukup mewakili atau tidak. Juga kadang jika melakukan substantive test
atas data hanya didasarkan pada print-out dengan cara manual, serta audit trail yang tidak terdeteksi
karena sistem operasi telah terkomputerisasi.
Pada akhirnya adalah kesimpulan audit dapat dipastikan tidak akan memadai, yang akhirnya
opini terhadap laporan keuangan secara keseluruhan tidak memiliki dasar yang memadai dan
gilirannya berdampak pada terciptalnya informasi yang menyesatkan.
Sebenarnya konsep dan prinsip auditing baik di lingkungan manual dan lingkungan sistem
informasi yang berbasis komputer tidak berubah, yang berubah adalah metode dan tekniknya saja.
Beberapa teknik dan metode tersebut berbeda karena antara lain disebabkan: Otomatisasi, yaitu
seluruh proses di dalam pemrosesan data elektronik mulai dari input hingga output cenderung secara
otomatis, bentuk penggunaan dan jumlah kertas cenderung minimal, bahkan seringkali tidak ada
(paperless office) sehingga untuk penelusuran dokumen (tracing) audit berkurang dibandingkan
sistem manual yang banyak menggunakan dokumen dan kertas, Keterkaitan aktivitas yang
berhubungan dengan catatan-catatan yang kurang terjaga, Dengan sistem on line mengakibatkan
output seringkali tidak tercetak, “Audit Arround Computer” yang mengabaikan sistem komputer
tetapi yang dilihat atau yang diuji adalah Input dan Output, “Audit Through Computer” menggunakan
bantuan komputer (atau software) untuk mengaudit.
Jika pelaksanaan audit di sistem informasi berbasis komputer dilakukan secara konvensional
terhadap lingkungan PDE seperti dalam sistem manual, maka cenderung tidak menghasilkan hasil
yang memuaskan, baik oleh klien maupun auditor sendiri, bahkan cenderung tidak efisien dan tidak
terarah.
Untuk itu dalam pengembangan sistem informasi akuntansi berbasis komputer dalam
memudahkan pengendalian dan penelusuran audit khususnya financial report dapat menggunakan
2
Vol.4 No.1 - September 2010
ISSN: 1978 - 8282
berbagai jenis sistem penggunaan komputer dalam audit disebut dengan istilah Teknik Audit
Berbantuan Komputer (TABK), dalam Bahasa Inggris disebut Computer Assisted Audit Techniques
(CAATs). Pendekatan audit dengan komputer sebenarnya adalah hanya merupakan teknik pelaksanaan
pengumpulan/evaluasi bukti audit, tujuan audit itu sendiri tetap tidak berubah. Dalam audit financial
report dengan CAATs, audit dilaksanakan terhadap sistem akuntansi berbasis computer, yang ruang
lingkup dan tujuannya sebenarnya tetap, yaitu memberikan opini atas fairness dan kesesuaian sistem
akuntansi dengan standar akuntansi keuangan.
Penggunaan komputer sebagai alat bantu kegiatan audit (computer assisted audit) dilakukan
dalam berbagai cara, yaitu antara lain : menggunakan test deck, dengan integrated test facility (ITF),
parallel test facility (PTF) atau parallel simulation, dengan paket software (generalized atau
specialized audit software), dengan system tagging & tracing, job analysis. Metode berbasis TI
dalam audit selalu berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi. Teknologi audit tidak hanya
tunggal, melainkan terdapat beragam alat dan teknik-teknik yang terus berkembang yang dapat
digunakan secara memadai untuk mencapai tujuan-tujuan audit. Beberapa teknologi membutuhkan
biaya besar, yang lain dapat diterapkan dengan biaya relative kecil, beberapa memerlukan kemampuan
teknis auditor, akan tetapi kecenderungan yang ada ialah bahwa biaya software makin murah dan
makin user friendly. Pada sisi lain para auditor juga makin terlatih di bidang teknologi informasi.
RUANG LINGKUP
Dengan berkembang pesatnya teknologi sistem informasi akuntansi untuk menyiapkan audit
financial report yang up to date, akurat dan relevan guna memberikan opini atas fairness dan
kesesusaian sistem akuntansi berdasarkan standar akuntansi keuangan dengan menggunakan beragam
alat atau teknik-teknik yang terdapat pada computer assisted audit techniques (CAATs), maka penulis
membatasi ruang lingkup penggunaan komputer sebagai alat bantu kegiatan audit dilakukan dengan
cara : menggunakan tesk deck, parallel test facility (PTF) atau parallel simulation.
PEMBAHASAN
1. Pendekatan Data Uji
Pendekatan data uji (test deck approach) merupakan pelaksanaan audit yang dilakukan dengan
“using the auditor’s data with client’s software”. Maksudnya adalah menguji sistem komputerisasi
audit dengan menggunakan datanya auditor. Dalam hal ini auditor harus membuat satu set data
buatan (dummy data) untuk dipakai menguji apakah pengendalian intern telah dijalankan sesuai
dengan yang seharusnya. Test data dibuat untuk tiap jenis transaksi yang akan diuji. Test data yang
baik harus dirancang sedemikianrupa sehingga dapat mewakili semua kesalahan yang biasa terjadi.
Makin sedikit datanya, makin komplit kemungkinan kesalahan yang dapat diuji akan memberikan
kesempatan bagi auditor untuk memprediksi hasil uji cobanya dan menarik kesimpulan dari hasil
evaluasi.
Secara historis, metode data uji merupakan teknik pertama dalam audit dengan bantuan komputer.
Meskipun sangat terbatas dalam memberikan kemampuan untuk menguji logika rinci program
Vol.4 No.1 - September 2010
3
ISSN: 1978 - 8282
komputer bagi auditor, tetapi auditor akan dapat memahami spesifikasi sistem dan dapat
memanfaatkan hal tersebut untuk menentukan apakah system bekerja atau tidak. Audit dengan test
data ini sebenarnya sudah dianggap sebagai salah satu bentuk audit through the computer, karena
tujuan digunakannya test data ini adalah untuk dapat mengetahui apakah program yang ditest sudah
berjalan baik atau sesuai dengan spesifikasi. Sistem test deck pada hakekatnya adalah “simulated
test data system” yang dimaksudkan untuk mengecek program tanpa harus mengikuti logika dari
flowchart maupun membaca syntax (listing code) program. Menggunakan data uji tujuannya adalah
untuk evaluasi kemampuan software audit dalam menangani berbagai jenis transaksi, atau dengan
kata lain untuk menentukan apakah program komputer audit telah dilengkapi dengan pengendalian
intern sehingga dapat menangani dengan benar transaksi yang sah ataupun yang tidak sah (tanpa
harus membaca listing program atau program flowchartnya).
Cara yang dilakukan auditor dalam pelaksanaan audit dengan metode data uji adalah auditor
men-generate dummy data, kemudian di proses dengan sistem aplikasi dan komputer yang ada di
audit. Data uji yang dibuat auditor harus mencakup seluruh kemungkinn transaksi yang tidak sah
atau salah agar dapat ditentukan apakah program komputer yang diuji bereaksi dengan tepat terhadap
berbagai kesalahan dengan cara memeriksa daftar kesalahan dan perincian keluaran yang dihasilkan
dari data pengujian. Data uji biasanya sengaja dibuat salah oleh auditor dan ia telah memperkirakan
bahwa seharusnya komputer akan mendeteksi kesalahan itu. Jika ternyata pada expected result yang
ia perhitungkan ternyata tidak terjadi, berarti ada sesuatu yang salah pada program aplikasi.
Teknik uji digunakan dalam pelaksanaan audit dengan memasukkan data ke sistem komputer
klien, dan membandingkan hasil yang diperoleh dengan hasil yang ditentukan sebelumnya (designed/
expected result).
Berikut ini dapat digambarkan sistem data data uji dalam CAATs sebagai berikut :
Gambar 1 Sistem Data Uji
Secara umum, sistem pendekatan data uji dapat digambarkan sebagai berikut :
4
Vol.4 No.1 - September 2010
ISSN: 1978 - 8282
Kelebihan dan kelemahan sistem data uji :
Gambar 2 Sistem Pendekatan Data Uji
Tabel 1 Kelebihan dan Kelemahan Sistem Data Uji:
Vol.4 No.1 - September 2010
5
ISSN: 1978 - 8282
1. Parallel Simulation / Parallel Test Facility (PTF)
Teknik pemrosesan secara parallel dilaksanakan dengan “client’s data, auditor’s software.”
Maksudnya adalah pelaksanaan pemeriksaan dilakukan terhadap data sesungguhnya (data audit
yang di-copy) dan di proses dengan software atau bahkan komputernya auditor. Data real ini
sebelumnya di proses seperti kegiatan rutin biasanya yang ada pada komputer audit, selanjutnya
data di-copy dan di proses ulang (simulasi proses) pada komputer auditor. Laporan yang dihasilkan
pada saat simulasi dibandingkan dengan laporang yang dihasilkan dengan pemrosesan rutin
perusahaan. Jika terjadi perbedaan, asumsi perbedaan tersebut menunjukkan bahwa software
perusahaan tidak memproses data sesuai dengan spesifikasi yang ada (program auditor yang salah).
Program yang dipakai dapat dibandingkan antara auditor controlled copy of the client’s program,
dengan software audit tertentu yang dibuat auditor, komputer mikro atau dengan generalized audit
program.
Pada dasarnya sistem PT dapat dibedakan dengan dua cara :
a. Parallel Simulation
Dalam parallel simulation, auditor akan mengcopy data dan di proses pada komputer auditor, tetapi
dengan sistem simulasi (sistem yang dibuat sendiri oleh auditor dengan spesifikasi yang sama dengan
aslinya (yang ada di audit).
b. Parallel Processing
Dalam parallel processing, auditor akan meng-copy dan di proses pada komputernya auditor dengan
sistem aplikasi yang juga di copy dari komputernya audit.
Teknik ini mensimulasi proses yang dilaksanakan oleh klien dengan memanaatkan programnya
auditor. Auditor memasukkan data yang sama dengan yang di proses sebelumnya di perusahaan,
kemudian real data tersebut di proses dengan program simulasi. Selanjutnya laporan simulasi
dibandingkan dengan laporan yang dihasilkan pemrosesan rutin perusahaan. Jika terjadi perbedaan,
maka perbedaan tersebut perlu diteliti penyebabnya.
6
Vol.4 No.1 - September 2010